Entri Populer

Jumat, 28 Desember 2012

Seebuah Prolog



Cinta pernah datang mengendap-endap dalam kehidupanku. Lalu, pada detak-detak yang tak aku ketahui sebelumnya, cinta menyergapku dengan sepasang sayapnya yang lembut bagai serpihan awas di langit. Awalnya aku mengelak bahwa cinta bukan begini. Tetapi,semakin aku mengelak, cinta kian erat mendekapku. Melumpuhkanku. Membungkukannu. Dan.. menyihirku
Cinta tak akan pernah mengumumkan kedatangannya. Cinta begitu saja menyusup, mengelus-elus sesuatu yang lembut di liang hati, memedar sekian lama, sampai akhirnya membaur bersama hati dalam bilangan waktu yang tak terkatakam. Cinta itu masih di sini, di hati, sampai nanti dan untuk selama-lamanya. Pada seorang pria yang telah membawaku menapaki cinta untuk kali pertama....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar